Latest Post
Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan
08.04
PENERIMAAN TAMU AMBALAN GUDEP 01025/01026 SUDIRMAN/KARTINI TAHUN 2012/2013 DI NGADIROJO
Written By Almansa on Jumat, 09 November 2012 | 08.04
perpegak smk sudirman 1 wonogiri tahun pelajaran 2012/2013 yang di selenggarakan di lapangan ngadirojo ,wonogiri,selaku pembina bapak sumardi yang menjabat sebagi kepala smk sudieman 1 wonogiri,perkemahan ini di lakukan untuk melatih anak didik dalam melakukan kegiatan kepramukaan,di antara manfaat perkemahan sebagai berikut:
Banyak manfaat yang dapat dimaknai dari kegiatan kemah, diantaranya :
A. Bagi Peserta Didik
Banyak manfaat yang dapat dimaknai dari kegiatan kemah, diantaranya :
A. Bagi Peserta Didik
- Melatih kemandirian, tanggung jawab, kerja sama, empati, disiplin.
- Berani dipimpin dan memimpin
- Membiasakan diri mendahulukan kepentingan bersama daripada individu
- Melatih mengendalikan emosi, karena semua capek, lapar dan ngantuk
- Melatih diri menahan hawa sombong, congkak, iri, pamer
- Latihan hidup sederhana
- masih banyak lagi yang lain B. Bagi Sangga Kerja :
- Melatih ketrampilan memimpin
- Melatih mengatasi masalah, konflik
- Melatih mengelola dan mengatur orang lain
- Bertanggung jawab terhadap jadwal yang sudah direncanakan
- Berlatih berkomunikasi dengan masyarakat, mempraktikkan ilmu administrasi, tata tulis, logika
- Masih banyak lagi yang bisa diperoleh
Label:
almansa,
berita,
kegiatan sosial,
pendidikan
05.55
memory guru smk sudirman 1 wonogiri
Written By Almansa on Jumat, 02 November 2012 | 05.55
Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku
Sebagai prasasti terima kasihku
Tuk pengabdianmu
Engkau sabagai pelita dalam kegelapan
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan
Engkau patriot pahlawan bangsa
Label:
almansa,
berita,
foto,
pendidikan
16.53
BISNIS CENTER
Written By Almansa on Jumat, 21 September 2012 | 16.53
Dalam era globalisasi dan pembaharuan smk sudirman 1 wonogiri membentuk suatu bidang usaha yang di namakan BISNIS CENTER .Dibentuknya bisnis center guna melihat kompetensi para siswa tentang
penerapan mata pelajaran jurusan sehingga nantinya alumni tidak hanya
mengejar kelulusan tetapi menjadi tenaga siap pakai di setiap instansi
baik swasta maupun negeri.
“Bisnis center ini sebagai unit produksi, hasilnya untuk membantu kegiatan ekstrakurikuler, meningkatkan kesejahteraan karyawan bukan hanya guru tetapi semua dapat keuntungan termasuk siswa,
dengan ini program dalam sekolahan di tujuka kepada para siswa dan di melatih siswa ke dalam dunia siap kerja,dan di sesuaikan dengan jurusan masing-masing,untuk jurusan administrasi perkantoran mereka juga dididik kedalam pembukuan menangani bisnis center ini,,serta manajemen pemasaran juga di latih buat memasarkan produk2 unggulan,serta jurusan Multimedia juga dilatih dalam vidio soting,foto grafer serta kegiatan lain yang bisa membuat para siswa berkreatif dalam dunia era baru yang siap dalam dunia kerja.
“Bisnis center ini sebagai unit produksi, hasilnya untuk membantu kegiatan ekstrakurikuler, meningkatkan kesejahteraan karyawan bukan hanya guru tetapi semua dapat keuntungan termasuk siswa,
dengan ini program dalam sekolahan di tujuka kepada para siswa dan di melatih siswa ke dalam dunia siap kerja,dan di sesuaikan dengan jurusan masing-masing,untuk jurusan administrasi perkantoran mereka juga dididik kedalam pembukuan menangani bisnis center ini,,serta manajemen pemasaran juga di latih buat memasarkan produk2 unggulan,serta jurusan Multimedia juga dilatih dalam vidio soting,foto grafer serta kegiatan lain yang bisa membuat para siswa berkreatif dalam dunia era baru yang siap dalam dunia kerja.
Label:
almansa,
berita,
pendidikan
10.56
1. Ciptakan Sensasi
Ciptakan sesuatu yang dapat “membangunkan” dan membangkitkan gairah kita saat pagi menjelang. Misalnya, kita berpikir esok hari harus mendapatkan keuntungan 1 milyar rupiah. Walau kedengarannya mustahil, tapi sensasi ini kadang memang semangat kita untuk berkarya lebih baik lagi melebihi apa yang sudah kita lakukan kemarin.
2. Kembangkan Terus Tujuan Kita
Jangan pernah terpaku pada satu tujuan yang sederhana. Tujuan hidup yang terlalu sederhana membuat kita tidak memiliki kekuatan lebih. Padahal, guna meraih sesuatu kita memerlukan tantangan yang lebih besar untuk mengerahkan kekuatan Anda yang sebenarnya. Tujuan hidup yang besar akan membangkitkan motivasi dan kekuatan tersendiri dalam hidup kita
3. Tetapkan Saat Kematian
kita perlu memikirkan saat kematian meskipun gejala ke arah itu tidak dapat diprediksikan. Membayangkan saat-saat terakhir dalam hidup ini sesungguhnya merupakan saat-saat yang sangat sensasional. Kita dapat membayangkan ‘flash back’ dalam kehidupan kita. Sejak kita menjalani masa kanak-kanak, remaja, hingga tampil sebagai pribadi yang dewasa dan mandiri. Jika kita membayangkan ‘ajal’ kita sudah dekat, maka akan memotivasi kita untuk berbuat lebih banyak lagi selama hidup kita
4. Tinggalkan Teman yang Tidak Perlu
Jangan ragu untuk meninggalkan teman-teman yang tidak dapat mendorong kita mencapai tujuan. Sebab, siapa pun teman kita, seharusnya mampu membawa kita pada perubahan yang lebih baik. Ketahuilah, bergaul dengan orang-orang yang optimis akan membuat kita berpikir optimis pula. Bersama mereka, hidup ini terasa lebih menyenangkan dan penuh motivasi.
5. Hampiri Bayangan Ketakutan
Saat kita dibayang-bayangi kecemasan dan ketakutan, jangan melarikan diri dari bayangan tersebut. Misalnya, selama ini kita takut akan menghadapi masa depan yang buruk. Datang dan nikmati rasa takut kita dengan mencoba mengatasinya. Saat kita berhasil mengatasi rasa takut, saat itu kita telah berhasil meningkatkan keyakinan diri bahwa kita mampu mencapai hidup yang lebih baik.
6. Ucapkan “Selamat Datang” pada Setiap Masalah
Jalan untuk mencapai tujuan tidak selamanya semulus jalan tol. Suatu saat, kita akan menghadapi jalan terjal, menanjak, dan penuh bebatuan. Jangan memutar arah untuk mengambil jalan pintas. Hadapi terus jalan tersebut dan pikirkan cara terbaik untuk bisa melewatinya. Jika kita memandang masalah sebagai sesuatu yang mengerikan, kita akan semakin sulit termotivasi. Sebaliknya, bila kita selalu siap menghadapi setiap masalah, maka kita seakan memiliki energi dan semangat berlebih untuk mencapai tujuan kita
7. Mulailah dengan Rasa Senang
Jangan pernah merasa terbebani dengan tujuan hidup kita. Coba nikmati hidup dan jalan yang kita tempuh. Jika sejak awal kita sudah merasa ‘tidak suka’, maka rasanya, motivasi hidup tidak akan pernah Anda miliki.
8. Berlatih dengan Keras
Tidak bisa tidak, kita harus berlatih terus bila ingin mendapatkan hasil terbaik. Pada dasarnya, tidak ada yang tidak dapat Anda raih jika kita terus berusaha keras. Semakin giat berlatih, semakin mudah pula mengatasi setiap
kesulitan.
Kesimpulan: motivasi adalah ’sesuatu’ yang dapat menumbuhkan semangat kita dalam rangka mencapai tujuan. Dengan motivasi yang kuat di dalam diri sendiri, kita akan memiliki apresiasi dan penghargaan yang tinggi terhadap diri dan hidup ini. Sehingga kitapun tidak ragu lagi melangkah mencapai tujuan dan cita-cita hidup kita.!
Mudah mudahan artikel ini dapat memberikan gambaran Motivasi bagi diri saya Pribadi dan Sahabat
Membangun Motivasi dalam diri
Written By Almansa on Sabtu, 28 Juli 2012 | 10.56
Membangun Motivasi dalam diri
Cita-cita atau tujuan hidup ini hanya bisa diraih jika kita memiliki motivasi yang kuat dalam diri kita. Tanpa motivasi apa pun, sulit sekali kita menggapai apa yang kita cita-citakan. Tapi tak dapat dipungkiri, memang cukup sulit membangun motivasi di dalam diri sendiri. Bahkan, mungkin kita tidak tahu pasti bagaimana cara membangun motivasi di dalam diri sendiri. Padahal, sesungguhnya banyak hal yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan motivasi tersebut. Caranya…? coba simak kiat berikut ini:1. Ciptakan Sensasi
Ciptakan sesuatu yang dapat “membangunkan” dan membangkitkan gairah kita saat pagi menjelang. Misalnya, kita berpikir esok hari harus mendapatkan keuntungan 1 milyar rupiah. Walau kedengarannya mustahil, tapi sensasi ini kadang memang semangat kita untuk berkarya lebih baik lagi melebihi apa yang sudah kita lakukan kemarin.
2. Kembangkan Terus Tujuan Kita
Jangan pernah terpaku pada satu tujuan yang sederhana. Tujuan hidup yang terlalu sederhana membuat kita tidak memiliki kekuatan lebih. Padahal, guna meraih sesuatu kita memerlukan tantangan yang lebih besar untuk mengerahkan kekuatan Anda yang sebenarnya. Tujuan hidup yang besar akan membangkitkan motivasi dan kekuatan tersendiri dalam hidup kita
3. Tetapkan Saat Kematian
kita perlu memikirkan saat kematian meskipun gejala ke arah itu tidak dapat diprediksikan. Membayangkan saat-saat terakhir dalam hidup ini sesungguhnya merupakan saat-saat yang sangat sensasional. Kita dapat membayangkan ‘flash back’ dalam kehidupan kita. Sejak kita menjalani masa kanak-kanak, remaja, hingga tampil sebagai pribadi yang dewasa dan mandiri. Jika kita membayangkan ‘ajal’ kita sudah dekat, maka akan memotivasi kita untuk berbuat lebih banyak lagi selama hidup kita
4. Tinggalkan Teman yang Tidak Perlu
Jangan ragu untuk meninggalkan teman-teman yang tidak dapat mendorong kita mencapai tujuan. Sebab, siapa pun teman kita, seharusnya mampu membawa kita pada perubahan yang lebih baik. Ketahuilah, bergaul dengan orang-orang yang optimis akan membuat kita berpikir optimis pula. Bersama mereka, hidup ini terasa lebih menyenangkan dan penuh motivasi.
5. Hampiri Bayangan Ketakutan
Saat kita dibayang-bayangi kecemasan dan ketakutan, jangan melarikan diri dari bayangan tersebut. Misalnya, selama ini kita takut akan menghadapi masa depan yang buruk. Datang dan nikmati rasa takut kita dengan mencoba mengatasinya. Saat kita berhasil mengatasi rasa takut, saat itu kita telah berhasil meningkatkan keyakinan diri bahwa kita mampu mencapai hidup yang lebih baik.
6. Ucapkan “Selamat Datang” pada Setiap Masalah
Jalan untuk mencapai tujuan tidak selamanya semulus jalan tol. Suatu saat, kita akan menghadapi jalan terjal, menanjak, dan penuh bebatuan. Jangan memutar arah untuk mengambil jalan pintas. Hadapi terus jalan tersebut dan pikirkan cara terbaik untuk bisa melewatinya. Jika kita memandang masalah sebagai sesuatu yang mengerikan, kita akan semakin sulit termotivasi. Sebaliknya, bila kita selalu siap menghadapi setiap masalah, maka kita seakan memiliki energi dan semangat berlebih untuk mencapai tujuan kita
7. Mulailah dengan Rasa Senang
Jangan pernah merasa terbebani dengan tujuan hidup kita. Coba nikmati hidup dan jalan yang kita tempuh. Jika sejak awal kita sudah merasa ‘tidak suka’, maka rasanya, motivasi hidup tidak akan pernah Anda miliki.
8. Berlatih dengan Keras
Tidak bisa tidak, kita harus berlatih terus bila ingin mendapatkan hasil terbaik. Pada dasarnya, tidak ada yang tidak dapat Anda raih jika kita terus berusaha keras. Semakin giat berlatih, semakin mudah pula mengatasi setiap
kesulitan.
Kesimpulan: motivasi adalah ’sesuatu’ yang dapat menumbuhkan semangat kita dalam rangka mencapai tujuan. Dengan motivasi yang kuat di dalam diri sendiri, kita akan memiliki apresiasi dan penghargaan yang tinggi terhadap diri dan hidup ini. Sehingga kitapun tidak ragu lagi melangkah mencapai tujuan dan cita-cita hidup kita.!
Mudah mudahan artikel ini dapat memberikan gambaran Motivasi bagi diri saya Pribadi dan Sahabat
Label:
berita,
pendidikan
12.14
Bulan Ramadhan adalah bulan dimana Allah memuliakan semua hamba-Nya.
Kemuliaan dilimpahkan oleh Allah ke atas langit dunia, tinggal menunggu
siapa-siapa yang sudi meraihnya. Siapa yang mau berusaha menggapai
rahmat, ampunan dan pembebasan dari api neraka, tentu bisa menggenggam
kemuliaan itu.
Baik muslimin maupun muslimah sama-sama berpeluang meraih segala keutamaan Ramadhan. Kendati kaum Hawa lebih banyak bergiat di rumah daripada kaum Adam, sesungguhnya tak ada beda pahala yang disediakan Allah bagi keduanya. Meski terkadang para muslimah harus batal shaum karena `kedatangan tamu`, tetap saja tak mengurangi jamuan Allah di bulan yang suci ini. Pahala mereka ketika meng-qadha shaum Ramadhan-nya yang terpaksa batal, sama saja dengan pahala yang disediakan Allah pada syahrur-ramadhan, padahal qadha shaum itu tentunya dilakukan diluar Ramadhan. Malah pada hakikatnya pahala tersebut bisa berlipat-ganda, bila `kedatangan tamu` itu membuatnya ridha dan tidak berkeluh kesah, menjadi iri terhadap kaum lelaki atau sesama jenisnya yang ditakdirkan belum atau tidak `kedatangan tamu.`
Sesungguhnya Allah telah memudahkan kaum Hawa, dalam beribadah kepada Allah dan melayani kaum kerabatnya selama bulan Ramadhan. Pahalanya bisa berlipat-lipat, dan caranyapun sudah sangat disederhanakan, menurut ketentuan dalam Al Qur`an maupun hadits. Setidaknya untuk urusan persiapan buka dan sahur, untuk urusan i`tikaf pada sepuluh hari terakhir, peluang muslimah untuk meraih pahala lebih besar, sedang teknisnyapun lebih mudah ketimbang syarat yang harus dipenuhi oleh setiap lelaki muslim.
Untuk perkara buka shaum ataupun sahur, para ibu atau istri, pada khususnya, menjadi andalan suami dan anak-anaknya. Tugas mereka adalah menyediakan, menyiapkan, memasakkan hidangan untuk suami dan anak-anak, untuk buka shaum ataupun bersantap sahur. Ganjaran Allah untuk para ibu dan para istri yang sigap menyiapkan penganan untuk mereka yang berpuasa itu, termaktub dalam hadits yang di-shahih-kan oleh Imam Ibnu Khuzaimah dan Imam Baihaqi. Bunyi haditsnya adalah : Rasulullah SAW bersabda : "Barangsiapa yang didalamnya (bulan Ramadhan) memberi ifthar kepada orang berpuasa, niscaya hal itu menjadi (sebab) ampunan dari dosa-dosanya, dan pembebasan dirinya dari api neraka." Sedang syarat mendapat pahala yang dimaksud dalam hadits ini cukup dengan memberi sebutir kurma, bisa dibayangkan betapa besar pahala yang dilimpahkan oleh Allah terhadap kaum perempuan, yang biasanya berupaya menyediakan hidangan buka shaum dan santap sahur yang lebih istimewa, ketimbang bulan-bulan diluar Ramadhan.
Untuk urusan i`tikaf pada sepuluh hari terakhir, kaum wanita cukup melakukan ibadah di mushola atau tempat ia biasa shalat didalam rumahnya. Di tempat ia biasa shalat dan bermunajat kepada Allah itu, kaum Hawa disunnahkan untuk memperbanyak ibadah dan taqorrub kepada Allah SWT , seperti shalat, membaca al-Qur`an, tasbih, tahmid, tahlil, takbir, istighfar, shalawat kepada Nabi SAW, do`a dan sebagainya. Meskipun begitu, bukan berarti seorang muslimah tidak boleh ber-i`tikaf di masjid.
Ketentuan i`tikaf di mushola rumah itu tidak berlaku bagi kaum pria. Sebagaimana Rasulullah SAW telah mencontohkan, menyimak penyebab batalnya i`tikaf, yaitu : "Meninggalkan masjid dengan sengaja tanpa keperluan."(Panduan I`tikaf, Keluarga Masyarakat Muslim Indonesia, Jepang), maka kaum pria dikatakan sedang ber-i`tikaf disaat ia berdiam di masjid, bukan dalam mushola rumah. Bila kaum Hawa bisa meraih pahala seribu bulan cukup dengan ber-i`tikaf dalam mushola rumahnya, maka kaum Adam mesti melakukan i`tikaf di masjid untuk mendapatkan malam lailatul qadr. Demikianlah ketentuannya.
Kesempatan ibadah, peluang partisipasi serta janji ganjaran yang Allah limpahkan terhadap kaum Hawa di bulan Ramadhan ini, nyata sedemikian besarnya. Dari ganjaran untuk persiapan ifthar dan kemudahan kaum Hawa dalam mendapatkan `malam seribu bulan`, nyata betapa Maha Pemurah-Nya Allah, khususnya terhadap kaum perempuan. Semoga ukhti-ukhti sudi merenungkan hikmah dibalik kemurahan-Nya itu, serta makin bersemangat dalam meraih keutamaan-keutamaan ibadah lainnya.
info :http://www.mihrabqolbi.com/kultum/detail/141/kemurahan-allah-di-bulan
PAHALA DI BULAN ROMADHON
Written By Almansa on Selasa, 24 Juli 2012 | 12.14
Bulan Ramadhan adalah bulan dimana Allah memuliakan semua hamba-Nya.
Kemuliaan dilimpahkan oleh Allah ke atas langit dunia, tinggal menunggu
siapa-siapa yang sudi meraihnya. Siapa yang mau berusaha menggapai
rahmat, ampunan dan pembebasan dari api neraka, tentu bisa menggenggam
kemuliaan itu.
Baik muslimin maupun muslimah sama-sama berpeluang meraih segala keutamaan Ramadhan. Kendati kaum Hawa lebih banyak bergiat di rumah daripada kaum Adam, sesungguhnya tak ada beda pahala yang disediakan Allah bagi keduanya. Meski terkadang para muslimah harus batal shaum karena `kedatangan tamu`, tetap saja tak mengurangi jamuan Allah di bulan yang suci ini. Pahala mereka ketika meng-qadha shaum Ramadhan-nya yang terpaksa batal, sama saja dengan pahala yang disediakan Allah pada syahrur-ramadhan, padahal qadha shaum itu tentunya dilakukan diluar Ramadhan. Malah pada hakikatnya pahala tersebut bisa berlipat-ganda, bila `kedatangan tamu` itu membuatnya ridha dan tidak berkeluh kesah, menjadi iri terhadap kaum lelaki atau sesama jenisnya yang ditakdirkan belum atau tidak `kedatangan tamu.`
Sesungguhnya Allah telah memudahkan kaum Hawa, dalam beribadah kepada Allah dan melayani kaum kerabatnya selama bulan Ramadhan. Pahalanya bisa berlipat-lipat, dan caranyapun sudah sangat disederhanakan, menurut ketentuan dalam Al Qur`an maupun hadits. Setidaknya untuk urusan persiapan buka dan sahur, untuk urusan i`tikaf pada sepuluh hari terakhir, peluang muslimah untuk meraih pahala lebih besar, sedang teknisnyapun lebih mudah ketimbang syarat yang harus dipenuhi oleh setiap lelaki muslim.
Untuk perkara buka shaum ataupun sahur, para ibu atau istri, pada khususnya, menjadi andalan suami dan anak-anaknya. Tugas mereka adalah menyediakan, menyiapkan, memasakkan hidangan untuk suami dan anak-anak, untuk buka shaum ataupun bersantap sahur. Ganjaran Allah untuk para ibu dan para istri yang sigap menyiapkan penganan untuk mereka yang berpuasa itu, termaktub dalam hadits yang di-shahih-kan oleh Imam Ibnu Khuzaimah dan Imam Baihaqi. Bunyi haditsnya adalah : Rasulullah SAW bersabda : "Barangsiapa yang didalamnya (bulan Ramadhan) memberi ifthar kepada orang berpuasa, niscaya hal itu menjadi (sebab) ampunan dari dosa-dosanya, dan pembebasan dirinya dari api neraka." Sedang syarat mendapat pahala yang dimaksud dalam hadits ini cukup dengan memberi sebutir kurma, bisa dibayangkan betapa besar pahala yang dilimpahkan oleh Allah terhadap kaum perempuan, yang biasanya berupaya menyediakan hidangan buka shaum dan santap sahur yang lebih istimewa, ketimbang bulan-bulan diluar Ramadhan.
Untuk urusan i`tikaf pada sepuluh hari terakhir, kaum wanita cukup melakukan ibadah di mushola atau tempat ia biasa shalat didalam rumahnya. Di tempat ia biasa shalat dan bermunajat kepada Allah itu, kaum Hawa disunnahkan untuk memperbanyak ibadah dan taqorrub kepada Allah SWT , seperti shalat, membaca al-Qur`an, tasbih, tahmid, tahlil, takbir, istighfar, shalawat kepada Nabi SAW, do`a dan sebagainya. Meskipun begitu, bukan berarti seorang muslimah tidak boleh ber-i`tikaf di masjid.
Ketentuan i`tikaf di mushola rumah itu tidak berlaku bagi kaum pria. Sebagaimana Rasulullah SAW telah mencontohkan, menyimak penyebab batalnya i`tikaf, yaitu : "Meninggalkan masjid dengan sengaja tanpa keperluan."(Panduan I`tikaf, Keluarga Masyarakat Muslim Indonesia, Jepang), maka kaum pria dikatakan sedang ber-i`tikaf disaat ia berdiam di masjid, bukan dalam mushola rumah. Bila kaum Hawa bisa meraih pahala seribu bulan cukup dengan ber-i`tikaf dalam mushola rumahnya, maka kaum Adam mesti melakukan i`tikaf di masjid untuk mendapatkan malam lailatul qadr. Demikianlah ketentuannya.
Kesempatan ibadah, peluang partisipasi serta janji ganjaran yang Allah limpahkan terhadap kaum Hawa di bulan Ramadhan ini, nyata sedemikian besarnya. Dari ganjaran untuk persiapan ifthar dan kemudahan kaum Hawa dalam mendapatkan `malam seribu bulan`, nyata betapa Maha Pemurah-Nya Allah, khususnya terhadap kaum perempuan. Semoga ukhti-ukhti sudi merenungkan hikmah dibalik kemurahan-Nya itu, serta makin bersemangat dalam meraih keutamaan-keutamaan ibadah lainnya.
info :http://www.mihrabqolbi.com/kultum/detail/141/kemurahan-allah-di-bulan
Label:
berita,
pendidikan
11.37
mari berwirausaha
Meningkatnya jumlah pengangguran yang dialami oleh
pemuda dan lulusan dari tingkat universitas pada saat ini menjadi
suatu dilema sosial bagi masyarakat. Tingkat pendidikan level
tinggi pada saat ini ternyata belum dapat dijadikan sebagai faktor
keberhasilan dalam menunjang kehidupannya. Hal ini merupakan buah
kegagalan dari pemerintah yang belum dapat mengatasi pengangguran
secara komprehensif.
Pendapat tersebut mengemuka pada saat seminar kebangsaan yang diselenggarakan oleh Jaringan Aksi Mahasiswa Moestopo Untuk Rakyat di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Senin lalu dengan tema “Setelah Lulus Kuliah, Kerja Atau Berwirausaha?” Seminar tersebut menghadirkan Ade Daud Nasution (anggota DPR F – PBR), Bambang Adhyaksa (Bendahara PBNU), Alimin Abdullah (Staf ahli Mensesneg dan ketua Badan Pemuda dan Olahraga DPP PAN), serta Deputi dari Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga bidang kepemudaaan.
Bambang Adhyaksa mengatakan, meningkatnya jumlah pengangguran pada saat ini dikarenakan struktur industri masih begitu rapuh. Permintaan tenaga kerja tidak sebanding dengan supply tenaga kerja serta ketatnya kompetisi pasar menyebabkan perusahaan begitu selektif memilih calon pegawainya. Pendidikan yang diambil di perguruan tinggi kadang tidak selaras dengan kebutuhan lapangan pekerjaan saat ini.
Lain halnya menurut Ade Daud Nasution, untuk mengatasi pengangguran saat ini diperlukan adanya suatu kreativitas dalam mengelola usaha yang dapat dijadikan penopang dalam kehidupan. Ia menambahkan, pengangguran pada saat jni sulit diatasi karena jumlah pelamar kerja lebih banyak dibandingkan dengan jumlah pekerja yang dibutuhkan. Oleh karena itu ia menganjurkan kepada para pemuda dan masyarakat untuk belajar berwirausaha sejak dini untuk mengatasi pengangguran yang sudah menjadi penyakit kronis yang sulit diatasi pada saat ini.
Dalam hal menciptakan lapangan kerja baru bagi pemuda, pemerintah melalui Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga merencanakan melakukan dua pilar program yaitu mempersiapkan generasi muda dalam penciptaan lapangan kerja baru dan pemberdayaan pemuda dalam memasuki dunia persaingan global. Program ini dilakukan untuk menumbuhkembangkan kemampuan, karakter dan kultur kewirausahaan di kalangan pemuda dan generasi muda, serta mendorong dan memberikan penguatan kemampuan pada pemuda sebagai pembuka kesempatan kerja dan peluang usaha dan dapat memberikan kontribusi pada pengentasan pengangguran dan kemiskinan.
Sumber Depnakertrans menyebutkan, jumlah pencari kerja dari lulusan universitas pada tahun 2005 berjumlah 303.950 dan pada tahun 2007 mengalami peningkatan mencapai 409.890 dan total pengangguran dari semua level pendidikan pada tahun 2007 pada saat ini mencapai 10.547.917.
Menyikapi hal ini Bambang Adhyaksa mengatakan, tidak ada alternativ lain selain berusaha menciptakan lapangan pekerjaan sendiri, dengan berbekal ktreativitas, mobilitas yang tinggi serta jaringan pertemanan yang luas bisa jadi modal awal untuk bisa memulai suatu usaha. Potensi yang dimiliki oleh Indonesia untuk mengembangkan usaha kecil mikro sangat besar. Masih banyak potensi sumber daya alam yang dapat digali. Selain itu besarnya pasar merupakan salah satu peluang yang baik.
Untuk menjadi wiraswasta yang baik Alimin berpendapat diperlukan suatu kiat untuk mempunyai visi yang jauh ke depan dan ide yang brilian untuk survive dalam usahanya. Dan dari diri individu patut diperluan pengetahuan yang luas dan persiapan yang matang untuk mendapatkan peluang usaha yang maju dalam berwirausaha.
Pendapat tersebut mengemuka pada saat seminar kebangsaan yang diselenggarakan oleh Jaringan Aksi Mahasiswa Moestopo Untuk Rakyat di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Senin lalu dengan tema “Setelah Lulus Kuliah, Kerja Atau Berwirausaha?” Seminar tersebut menghadirkan Ade Daud Nasution (anggota DPR F – PBR), Bambang Adhyaksa (Bendahara PBNU), Alimin Abdullah (Staf ahli Mensesneg dan ketua Badan Pemuda dan Olahraga DPP PAN), serta Deputi dari Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga bidang kepemudaaan.
Bambang Adhyaksa mengatakan, meningkatnya jumlah pengangguran pada saat ini dikarenakan struktur industri masih begitu rapuh. Permintaan tenaga kerja tidak sebanding dengan supply tenaga kerja serta ketatnya kompetisi pasar menyebabkan perusahaan begitu selektif memilih calon pegawainya. Pendidikan yang diambil di perguruan tinggi kadang tidak selaras dengan kebutuhan lapangan pekerjaan saat ini.
Lain halnya menurut Ade Daud Nasution, untuk mengatasi pengangguran saat ini diperlukan adanya suatu kreativitas dalam mengelola usaha yang dapat dijadikan penopang dalam kehidupan. Ia menambahkan, pengangguran pada saat jni sulit diatasi karena jumlah pelamar kerja lebih banyak dibandingkan dengan jumlah pekerja yang dibutuhkan. Oleh karena itu ia menganjurkan kepada para pemuda dan masyarakat untuk belajar berwirausaha sejak dini untuk mengatasi pengangguran yang sudah menjadi penyakit kronis yang sulit diatasi pada saat ini.
Dalam hal menciptakan lapangan kerja baru bagi pemuda, pemerintah melalui Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga merencanakan melakukan dua pilar program yaitu mempersiapkan generasi muda dalam penciptaan lapangan kerja baru dan pemberdayaan pemuda dalam memasuki dunia persaingan global. Program ini dilakukan untuk menumbuhkembangkan kemampuan, karakter dan kultur kewirausahaan di kalangan pemuda dan generasi muda, serta mendorong dan memberikan penguatan kemampuan pada pemuda sebagai pembuka kesempatan kerja dan peluang usaha dan dapat memberikan kontribusi pada pengentasan pengangguran dan kemiskinan.
Sumber Depnakertrans menyebutkan, jumlah pencari kerja dari lulusan universitas pada tahun 2005 berjumlah 303.950 dan pada tahun 2007 mengalami peningkatan mencapai 409.890 dan total pengangguran dari semua level pendidikan pada tahun 2007 pada saat ini mencapai 10.547.917.
Menyikapi hal ini Bambang Adhyaksa mengatakan, tidak ada alternativ lain selain berusaha menciptakan lapangan pekerjaan sendiri, dengan berbekal ktreativitas, mobilitas yang tinggi serta jaringan pertemanan yang luas bisa jadi modal awal untuk bisa memulai suatu usaha. Potensi yang dimiliki oleh Indonesia untuk mengembangkan usaha kecil mikro sangat besar. Masih banyak potensi sumber daya alam yang dapat digali. Selain itu besarnya pasar merupakan salah satu peluang yang baik.
Untuk menjadi wiraswasta yang baik Alimin berpendapat diperlukan suatu kiat untuk mempunyai visi yang jauh ke depan dan ide yang brilian untuk survive dalam usahanya. Dan dari diri individu patut diperluan pengetahuan yang luas dan persiapan yang matang untuk mendapatkan peluang usaha yang maju dalam berwirausaha.
Label:
berita,
pendidikan
10.59
2.skretaris
3.akutansi
4.administrasi
profil sejarah smk sudirman 1 wonogiri
Untuk
membekali anak didik menjadi tenaga yang cerdas dan terampil dan
berkepribadian muslim, maka tahun 1982 Gabungan Usaha Perbaikan Islam (
GUPPI ) dengan ketuanya Bp. Soenarto, BA membentuk panitia pendirian
yang bernama SMEA Sudirman Wonogiri. Tanggal 20 Juli 1982 merupakan awal
tahun ajaran baru 1982/1983. Dalam proses belajar mengajar SMEA
Sudirman Wonogiri menggunakan gedung yang berada di komplek Masjid Al
Hidayah Wonokarto. Berdasarkan peraturan pemerintah sebuah sekolah yang
bernuansa Islam harus dikelola oleh yayasan, maka tanggal 15 September
1982 Panitia pendiri SMEA Sudirman mendirikan sebuah yayasan yang
bernama Yayasan Pendidikan Islam Sudirman Wonogiri. Pada tahun 1983 SMEA
Sudirman mendapatkan status DISYAHKAN oleh Kantor Wilayah Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan dengan nomor 617/105/1.83 tertanggal 7 Maret
1983. Satu setengah tahun setelah mendapatkan pengesahan tanggal 27
September 1984 meningkat statusnya menjadi sekolah yang terdaftar.
Tahun
demi tahun perkembangan sekolah selalu dipantau oleh pemerintah,
memasuki tahun 1989 tepatnya 1 Februari 1989 SMEA Sudirman berubah
status dari terdaftar menjadi diakui sesuai SK Departemen Pendidikan dan
Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah No. 011/C/Kep/1989.
Reorganisasi
pada sebuah lembaga adalah merupakan hal yang biasa, demikian pula SMEA
Sudirman Wonogiri. Pada tahun 1994 Terhitung Mulai Tanggal 15 Juli 1994
terjadi pergantian dari pejabat lama Bapak Soenarto, BA kepada Pejabat
yang baru Bapak Rofingi, BA. Sesuai dengan SK YPIS Wonogiri No.
38/SK/YPI SUD/94 tanggal 14 Juli 1994. Dibawah kepemimpinan Bapak
Rofingi, BA perkembangan sekolah berkembang semakin pesat dipacu dengan
tuntutan semakin banyaknya sekolah kejuruan yang berdiri di Kabupaten
Wonogiri. Seiring dengan itu pula SMEA Sudirman berubah nama menjadi SMK
Sudirman 1 Wonogiri.
Kemajuan
SMK Sudirman 1 Wonogiri dalam hal kwalitas dibarengi dengan peningkatan
fasilitas yang begitu cepat akhirnya membuahkan hasil, pada tanggal 20
Mei 2000 SMK Sudirman 1 Wonogiri berubah statusnya menjadi DISAMAKAN.
Dengan statusnya itu maka SMK Sudirman 1 Wonogiri semakin diperhitungkan
di Wilayah Kab. Wonogiri, Seiring dengan perjalanan pada tahun 2006
menjadi sekolah yang sudah BERSTANDAR NASIONAL semua itu ditunjang
dengan lancarnya KBM dan sarana dan prasarana yang memadahi dengan
fasilitas gedung berlantai 3 yang cukup representative.kini smk sudirma 1 wonogiri membuka jurusan di antaranya :
1.multimedia 2.skretaris
3.akutansi
4.administrasi
Label:
berita,
pendidikan
21.38
SMK
Sudirman 1 Wonogiri hari ini menggelara acara perpisahan kelas III, di Gedung
Olahraga Giri Wahana Wonogiri Rabu(30/05).
kang tarmin
pelepasan siswa smk sudirman 1
Written By Almansa on Kamis, 19 Juli 2012 | 21.38
SMK
Sudirman 1 Wonogiri hari ini menggelara acara perpisahan kelas III, di Gedung
Olahraga Giri Wahana Wonogiri Rabu(30/05).
Para
siswa/siswi tampak rapi dalam barisan duduknya, dengan mengenakan seragam
muslim hitam putih rapi mereka memadati ruangan gedung. Para orang tua/wali
yang hadir tampak bahagia menghadiri acara perpisahan siang ini. Akhirnya
setelah tiga tahun menuntut ilmu, para peserta didik yang berjumlah 383 dapat
berhasil lulus semua dengan prestasi yang membanggakan.
Acara
perpisahan ini dimulai pada pukul 09.00 WIB, sebelum acara dimulai panitia
menggelar pra acara yang terdiri dari beberapa agenda yaitu acara foto bersama,
pentas tari Gambyong dari siswi SMK Sudirman 1 Wonogiri, informasi dari pihak
BKK Sekolah, serta pentas Nasyid yang juga dari SMK Sudirman 1 Wonogiri yakni
Herni Zulaikah, S.Ag dan Edi Susilo.
Seperti
diungkapkan oleh Sarnoto bagian Kesiswaan SMK Sudirman 1 Wonogiri, “Acara pagi
ini dimulai sekitar pukul 09.00 pagi, ada beberapa acara yang akan digelar
antara lain pembukaan dengan pembacaan Ayat-ayat Suci Al-Qur’an, paduan suara
menyanyikan lagu-lagu wajib, kemudian bebarapa sambutan, dan pungkasannya ada
hiburan band dari siswa/siswi kami” Ujarnya disela-sela kesibukan acara
perpisahan.
Dalam acara
siang ini juga hadir memberikan sambutan yakni Kepala Dinas Pendidikan
Kabupaten Wonogiri, Drs.H. Siswanto, M.Pd. yang diwakili oleh Kabid SMK, Drs.
H. Tunggal Widodo, M.Pd. Hadir juga dalam sambutannya Ketua Yayasan Pendidikan
Islam, H. Sriyono, S.H.M.M.
Dalam acara
siang ini juga diumumkan Juara Umum yakni Lina Setyaningsih dari kelas III Ak.4
dan peraih nilai ujian 10 dua siswi yaitu Diana Damayanti dan Lina
Setyaningsih. Ketiga juara dan ke lima siswi yang lain akan mendapatkan
pengembalian dana pendidikan sebesar 1 juta.
Acara
perpisahan ini kesemuanya terlaksana oleh kerjasama seluruh keluarga besar SMK
Sudirman 1 Wonogiri, baik dari pelaksanaan, dokumentasi, keamanan. Kepala
Sekolah, Rofi’i, BA diwakili Ketua BKK Sekolah, Wartoyo menyampaikan harapannya
terhadap siswa/siswi yang telah lulus semoga kedepannya bisa meraih cita-cita
dan menjadi orang yang sukses.[Fitri@infowonogiri.com]kang tarmin
Label:
berita,
pendidikan
Hj.Endang Maria Astuti Sag.MH.MM
salah satu ALUMNI SMK sudirman yang telah menjadi dewan di DPRRI Propinsi Jateng dan juga merupakan pelopor pemberdayaan perempuan di wonogiri




